Syukur, Shalat dan Iman

Leave a Comment
Assalamu’alaikum Wr Wb

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam selalu tercurah kepada Nabi kita, Nabi yang kita ikuti segala hal tentangnya, Nabi Muhammad SAW.

Manusia memang begitu, ketika diberi kemudahan maka dia terlena dengan kemudahan yang diberikan oleh-Nya. Namun jika diberikan kesulitan seringkali mengeluh atau bahkan protes kepada-Nya. Alhamdulillah seminar hasil saya kemarin berjalan lancar, sayangnya saya kurang bersyukur sehingga terlena dan tidak mengerjakan revisi dengan segera.

Saya jadi teringat tausiah Kiyai saya ketika di Pesantren tentang tingkatan shalat. Beliau mengatakan bahwa tingkatan sholat itu ada empat, berikut adalah tingkatan shalat dari yang terendah: 
  1. Shalat karena terpaksa 
  2. Shalat karena sadar akan hukum shalat yang wajib 
  3. Shalat karena merasa butuh untuk shalat 
  4. Shalat karena merasa bersyukur atas kenikmatan yang diberikan Allah

Ketika masih kecil dulu mungkin kita sering disuruh untuk shalat oleh orang tua, bahkan terkadang walalupun sudah disruh masih susah untuk shalat (pengalaman hehe). Setelah menginjak remaja kita menjadi terbiasa dan paham bahwa shalat itu wajib. Kemudian setelah dewasa kita sadar bahwa tujuan shalat adalah untuk mengingat Allah dan dengan mengingat Allah hati menjadi tentram. Selain itu shalat juga dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar (jika shalatnya benar).

Tidak bisa dipungkiri bahwa yang namanya ‘iman’ itu berfluktuasi, artinya bisa naik dan bisa juga turun. Mungkin saja seseorang ketika imannya sedang naik dia bisa shalat karena nomor 4 (bersyukur), namun bisa jadi ketika imannya sedang jatuh dia hanya melaksanakan shalat karena terpaksa (takut dinilai jelek oleh manusia).

Pertanyaannya adalah ‘bagaimana caranya agar iman bisa naik terus? Atau setidaknya supaya iman tidak turun/jatuh?’. Ya, iman itu turun  karena maksiat dan iman bisa naik karena ta’at. Jadi supaya iman tidak turun kita harus menjaga diri dari ‘maksiat’ dan jika ingin iman terus naik maka kita harus istiqomah ta’at menjalankan perintah Allah. Oya, ada satu hal lagi yang bisa meningkatkan iman, yaitu dizikrul maut (mengingat mati). Hal inilah yang menyebabkan ziarah kubur dibolehkan kembali oleh Rasulullah setelah sebelumnya dilarang. Dengan mengingat mati maka kita akan segera beribadah dengan sebaik mungkin, khawatir jika tiba-tiba ajal menjemput namun bekal untuk akhirat belum cukup. Kan kita tidak tahu kapan ajal menjemput kita.

Cukup sekian yang bisa sampaikan pada kesempatan ini. Jika ada kesalahan atau hal lain bisa kita diskusiakan di kolom komentar. Terima kasih


Wassalamu’alaikum Wr Wb
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar

Tanri Alim. Diberdayakan oleh Blogger.