Kaos Kaki Hani

Leave a Comment

kaos kaki Hani
Ilustrasi kaos kaki Hani
Selalu ada kisah unik di kelas yang sedang saya bimbing ini. Nama kelasnya “Paradise Island”, anak-anaknya alhamdulillah berprilaku baik semua walaupun kondisi kelas sering terasa ramai seperti di pasar. Saya berperan sebagai wali kelas disini.

Hari ini saya mengadakan lomba fotografi sederhana dengan tema small animal. Setiap siswa mengambil foto hewan yang ukurannya kurang dari 5 cm, kemudian mengunggahnya ke Instagram dengan menggunakan hastag #SmallAnimal dan #SekolahPeradaban. Tak disangka, anak-anak cukup antusias dengan lomba yang saya adakan ini dan sepertinya hampir semua murid punya akun Instagram, yaa.. paling yang tidak punya hanya 1 2 orang, kaluapun nambah paling jadi 3  4.. 5 6 dst.

Oya ada beberapa anak juga yang menolak lomba ini. Alasannya tidak punya akun instagram dan tidak punya smartphone. Namun saya tetap mewajibkan mereka untuk ikut lomba ini dengan meminjam smartphone kakak atau orangtuanya dan boleh juga menggunakan akun instagram temannya.

Selain mengumumkan tentang lomba, saya juga sekalian promosi akun instagram saya hehe. Walhasil ketika review (perkumpulan sebelum akhir KBM) ada anak yang bertanya “Pak Abeng punya akun IG (Instagram) gak sih?”. Awalnya saya kaget karena ternyata akun Instagram saya tidak dapat ditemukan oleh mereka, namun setelah saya cek ulang ternyata masalahnya adalah kurang spasi.

Anak yang bertanya tadi namanya Hani. Akhwat kecil yang saya prediksi akan menjadi juara kelas semester ini. Ketika Hani bertanya, saya menangkap ada sesuatu yang tidak biasa dengannya, yaitu cara jalannya. Ketika Hani hendak keluar kelas, dia meminta anak ikhwan yang lain untuk tidak melihat kearahnya. Saya pun bingung dan bertanya “Emang kenapa sih?”

“Hani enggak pake kaos kaki pak Abeng” jawabnya sambil menatap anak ikwan yang sedang mengobrol
“Kenapa gak pake kaos kaki? Hilang?” tanya saya sambil melihat kaki kecilnya. Maklum, dulu ketika di Pesantren kaos kaki saya sering hilang hehe
“Ih Pak Abeng! Malah ngelihat lagi!.. Tadi Hani keluar asrama Cuma baut nonton yang latihan paskibra, eh malah langsung masuk kelas” Jelasnya, membuat saya bengong sesaat.

Tiba-tiba saya beristigfar dalam hati. Oh iya, kaki kan termasuk aurat wanita. Saya jadi malu, seharusnya saya tadi tidak reflek melihat kaki Hani. Astagfirullah. Semoga apa yang telah saya lakukan tidak termasuk dosa karena memang dilakukan tidak sengaja. Aamiiin.

Tidak perlu diragukan lagi, Hani yang sekarang adalah hasil didikan uminya yang sholehah juga.  emoga Hani terus istiqomah menjaga auratnya dan semoga terus menjadi wanita yang sholihah. Dan semoga kita juga bisa meniru Hani dalam menjaga aurat (untuk wanita) dan untuk para bapak semoga keturunan kita kelak bisa sebaik Hani atau untuk para calon bapak semoga bisa dapet pendamping solehah seperti uminya Hani. Amiiin.

Duuh jadi pengen cepet punya anak nih hihi (padahal nikah aja belum :p)

Sekian, terimakasih.
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar

Tanri Alim. Diberdayakan oleh Blogger.