Cara Mudah Untuk Bahagia

Leave a Comment
Banyak sekali teman-teman saya yang sering update di sosial media seperti ‘bahagia itu sederhana, ketemu teman lama tanpa disengajar’. Selain itu masih banya bahagia itu sederhana versi lainnya. Memang benar, bahagia itu sederhana, tapi tahukah anda cara mudah untuk menjadi bahagia? Jika belum, silahkan simak cerita dibawah ini.

Suatu hari, diadakan seminar di sebuah Hotel. Alih-alih memulai seminar, sang pemateri malah membagikan balon kepada seluruh pesarta seminar. Kira-kira pesertanya berjumlah sekitar 50 orang dan sekarang semuanya sudah memgang balon di tangannya.

Sesudah itu sang pemateri menyuruh para peserta untuk menuliskan nama masing-masing di balon dengan menggunakan spidol. Setelah itu panitia kembali mengambil balon tersebut dari peserta kemudian mengumpulkannya di sebuah ruangan.

Beberapa saat kemudian, setelah semua balon dimasukan kedalam ruangan lain. Sang pemateri meminta para peserta untuk menemukan balon yang bertuliskan namnya sendiri. Tidak hanya itu, pemateri juga membatasi waktunya hanya 5 menit.

Para peserta langsung berhamburan menuju ruangan yang dimaksud. Didalam ruangan tersebut para peserta berdesakan, berusaha mencari balon yang bertuliskan namanya. Banyak juga peserta yang berebutan balon, saling dorong dan kondisi ruangan tersebut sangat kacau.

5 menit berlalu, tidak ada satu pun peserta yang berhasil menemukan balon yang bertuliskan namanya. Pemateri pun mengumpulkan kembali para peserta. Kali ini dia meminta para peserta untuk mengambil balon secara acak kemudian memberikan balon yang didapat kepada orang yang bertuliskan namanya di balon tersebut. Tidak sampai lima menit, kini semua peserta sudah memegang balon yang bertuliskan namanya masing-masing.

Setelah peserta berkumpul kembali, sang motivator pun berkata:

“Kejadian yang baru terjadi ini sangat mirip daring sekali terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Semua orang sibuk mencari kebahagiaan untuk diri sendiri, mirip dengan mencara balon mereka sendiri dan banyak yang gagal. Mereka baru berhasil mendapatkan kebahagiaan ketika mereka memberikan kebagahiaan kepada orang lain, mirip dengan memberikan balon tadi kepada pemiliknya”.

Kira-kira seperti itulah kesimpulan yang disampaikan pemateri. Sebenarnya kebahagiaan kita sudah ada, namun kebahagiaan itu kini sedang ada di tangan orang lian. Kita juga sekarang sedang memegang kebahagiaan orang lain. Oleh karena itu berilah kebahagiaan kepada orang lian, maka anda akan mendapatkan kebahagiaan anda sendiri.
Kesimpulan ini juga berkaitan denga Hadits Rasulullah yang berbunyi:

“Barang siapa yang membantu seorang mu’min terlepas dari kesusahan di dunia, niscaya Allah akan membantunya terlepas dari kesusahan dunia dan akhirat”. (HR Muslim)

Selamat berbahagia dan selamat berbagi kebahagiaann
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar

Tanri Alim. Diberdayakan oleh Blogger.