Berkah Ngajar

Leave a Comment


Assalamualaikum Wr Wb
Apa kabar kawan? Semoga anda senantiasa sehat dan selalu ada dalam naungan rahmat-Nya. Pada posting kali ini saya akan membahas tentang ‘berkah ngajar’. Tulisan ini dibuat agar kita lebih terbuka dalam memandang profesi yang jarang diminati karena jumlah gaji ini. Oya berkah itu apa sih? Menurut SalimA Fillah, berkah adalah bertambahnya kebaikan. Jadi, berkah tidak identik dengan uang atau harta.

"Nama saya Ammar, hobi saya main piano dan mendengarkan musik, cita-cita saya ingin menjadi guru". Teg, tiba-tiba saya kaget. Seorang anak yang terlahir dari hasil ikhtiar orang tua kaya raya ternyata punya cita-cita yang mulia. Namun, beberapa hari kemudian Ammar menanyakan perihal gaji seorang guru. Hmm, nampaknya dia sudah tahu gaji guru yang tidak seberapa dan mulai berpikir ulang tentang cita-citanya.

Sebenarnya kondisi ekonomi seorang guru tidaklah buruk, apalagi jika guru tersebut sudah PNS dan sertifikasi. Hanya saja banyak guru yang belum mampu mengatur keuangannya dengan baik, akhirnya banyak hutang di Bank dan gaji bulanan pun terpotong atau bahkan menghilang. Bahkan, dalam kasus tertentu ada juga loh guru yang punya gaji minus. Miris memang.

Belum lagi jika kita berbicara mengenai ‘guru honorer’. Profesi yang diiming-imingi dengan PNS tapi entah butuh berapa puluh tahun untuk mendapatkannya. Bagaimana dengan gaji bulanan? Setahu saya hanya mentok di angka satu juta, bahkan ada guru honorer yang hanya di gaji 250 per bulan. Sadis! Fakta inilah yang membuat saya lebih memilih untuk mengajar di sekolah suasta, meskipun gajinya masih dibawah rata-rata (UMR) tapi setidaknya tidak sesadis gaji guru honorer.

Dibalik itu semua, banyak hal-hal yang bisa kita dapatkan dengan berprofesi sebagai guru atau saya sebut dengan berkah ngajar. Apa saja berkah ngajar? Mari kita simak tulisan saya dibawah ini.

Menjadi Orang Baik

Guru itu di gugu dan ditiru. Yap, begitu lah seorang guru yang setiap sikap dan tindaknya akan ditiru oleh murid-muridnya. Bahkan pribahasa lain menyatakan “guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Tapi percayalah! Hal diatas bukanlah sesuatu yang harus kita takutkan, tapi justru akan membuat kita termotivasi dan terngiang selalu untuk menjadi orang baik. Semoga dengan menjadi guru kita akan menjadi orang yang lebih baik, lebih baik dan lebih baik lagi. Amin.

Link (Jaringan)

Tidak perlu dipungkuri, link adalah faktor penting dalam hidp ini. Bahkan Rasulullah SAW menyarankan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi agar kita bisa mendapat banyak rizki. Dengan mengajar, kita bisa punya banyak kenalan dari wali murid. Jika kita bisa berkomunikasi dengan baik dan menjalin hubungan dengan baik pula maka bukan tidak mungkin kita juga bisa menjalin hubungan bisnis. Tidak hanya bisnis, misalkan ketika kita ingin menikah dan wali murid kita ada yang punya WO (Wedding Organizer) maka kita bisa menggunkan WO-nya dan mendapatkan diskon atau bahkan gratis kalau anda beruntung.

Belajar Sepanjang Hayat

Pada hakikatnya, ketika kita mengajar buka hanya murid yang belajar dan bukan hanya guru yang mengajar. Akan tetapi, kita sebagai guru juga belajar dari murid-murid kita dan murid kita juga bisa mengajari kita banyak hal. Sebagai guru yang baik tentu kita harus bisa mengenali karakter murid, dengan begitu kita bisa lebih mudah dalam mentransfer ilmu ke murid. Setiap tahun murid baru pun masuk, sehingga kita perlu untuk mempelajari karakter murid tersebut. Oleh karena itu dengan menjadi guru kita bisa mengamalkan ‘belajar sepanjang hayat’.

Materi pembelajaran yang selalu diperbaharui, kurikulum yang baru dan kondisi anak yang tidak selalu sama membuat kita sebagai guru harus selalu update. Update dengan materi pembelajaran, kurikulum dan metode pembelajaran yang cocok untuk diaplikasikan dalam kelas.

Hiburan

Sebagai seorang guru IPA, saya pernah mendapatkan jawaban dari soal seperti ini:

Pertanyaan: Apa fungsi hati?
Jawaban: Untuk menyatakan cinta

Gimana lucu kan? Hehe. Seperti itulah menjadi guru, anda akan mendapatkan banyak hal-hal aneh yang akan membuat anda tertawa terpingkal-pingkal. Selain itu, ketika kita melihat anak didik yang mendapatkan nilai bagus maka kita juga akan merasa senang. Lebih bahagia dan bangga lagi kalau anak didik kita bisa mendapatkan prestasi yang luar biasa.

Keluarga Baru

Dengan mengajar kita akan banyak berinteraksi dengan siswa dan guru-guru lainnya. Tanpa terasa, karena sudah lama berinteraksi sehingga kita merasa mereka seperti keluarga. Ketika sakit mereka menjenguk kita, ketika kita punya masalah mereka membantu kita dan begitu pun sebaliknya. Apalagi buat perantau yang jauh dari keluarga seperti saya, keluarga baru ini besar sekali manfaatnya.

Sebenarnya masih banyak keberkahan-keberkahan yang bisa kita dapatkan dengan menjadi guru, hanya saja saya belum bisa menuliskan. Semoga kedepannya ada posting yang berjudul “berkah ngajar part2”.

Terimkasih dan semoga bermanfaat.
Assalamualaikum Wr Wb
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar

Tanri Alim. Diberdayakan oleh Blogger.