Sebelum dan sesudah menikah

Leave a Comment


Alhamdulillah saya masih diberikan kesempatan untuk menulis dan alhamdulillah anda masih bisa membaca posting ini, semoga nikmat dan rahmat Allah selalu tercurah kepada kita. Amin.

Tak terasa, begitulah kita berkata setelah menyelesaikan suatu perkara. Misal “tak terasa sekarang saya sudah lulus SMA” atau “tak terasa saya sudah diwisuda”. Saat ini saya sering berkata “tak terasa sekarang saya sudah menikah”. Yap, pada hari Kamis tanggal 4 Februari 2016 kemarin saya telah melepas masa lajang saya. Sungguh tak terasa, padahal sepertinya saya baru saja kemarin lulus SMA, diwisuda dan diterima kerja. Tapi kini saya sudah punya seorang istri tercinta.

Tentunya banyak sekali hal-hal yang berbeda ketika dulu sebelum menikah dan sekarang setelah menikah. Kalau dulu sering ditanya “kapan nikah?” atau “kapan nyusul?” kini pertanyaannya berubah menjadi “udah isi belum?”, padahal umur pernikahan saya belum sampai seminggu ketika itu. Ya namanya juga manusia, namanya juga orang Indonesia, senang basa-basi yang menyakiti hati hehe. Tapi itu kata orang-orang sih, menurut saya tidak separah itu.

Ada satu pertanyaan lagi yang cukup sering ditanyakan teman-teman saya “Gimana rasanya sesudah menikah?”. Pertanyaan ini memang lebih banyak ditanyakan oleh mereka yang belum menikah, oleh karena itu pada posting kali ini saya akan share perbedaan yang saya rasakan ketika dulu sebelum menikah dan sekarang setelah menikah. Selamat menyimak.

Sebelum menikah

Sendiri atau bertiga

“Makan, makan sendiri.. Minum, minum sendiri..”, seperti itulah lirik lagu dangdut yang mengiliustrasikan kehidupan seorang lajang. Memang tidak selamanya kita sendiri, kadang ditemani teman, ditemani keluarga atau ditemani yang lain. Uniknya, ketika sebelum menikah kita tidak pernah berduaan dengan lawan jenis, kecuali ditemani orang ketiga yaitu syaithon. Begitu juga ketika menjalani proses ta’aruf, saya tidak pernah berduaan dengan calon saya, kecuali ditemani oleh orang tua atau guru ngaji.

Leha-leha

Leha-leha adalah hobi saya ketika masih lajang, sekarang juga masih suka sih tapi dikit. Biasanya pulang kuliah saya langsung buka laptop, log in medsos atau buka YouTube untuk mencari hiburan. Kadang juga langsung tiduran atau bahkan langsung tidur beneran. So, banyak sekali waktu yang terbuang untuk hiburan dan istirahat yang sebenarnya tidak diperlukan.

Rutinitas Menjenuhkan

Bangun pagi, wudhu, berangkat ke mushola (kalau tidak telat bangun), mandi pagi, ngaji, makan pagi, berangkat ke sekolah, ngajar, pulang ngajar, ngobrol-ngobrol sama teman dan ditutup dengan tidur sambil mimpi indah. Begitulah kira-kira rutinitas sehari-hari saya sebelum menikah, itu-itu aja.

Self service

Balik lagi ke lagu dangdut yang berbunyi “makan, makan sendiri..”. Karena saya tinggal di kosan yang tidak memungkinkan untuk memasak maka saya setiap hari beli makan di luar. Kadang pake tempe, kadang telur dan kalau lagi bosan sama makanan-makanan tadi baru beli padang atau sate. Makan diluar sih gak masalah, tapi makan sendiri itu membuat saya terkadang merasa lonely.

Setelah menikah

Selalu Berdua

Kemana-mana berdua, ke rumah mertua, ke pasar untuk belanja atau lapor ke pa RT juga berdua. Begitulah dua insan yang sedang dimabuk cinta, sulit jauh dari pasangannya. Padahal baru tadi pagi pamit mau berangkat kerja, malamnya sudah ada yang kangen karena baru bisa berjumpa.

Leha-leha berkurang

Karena leha-leha adalah rutinitas hidup saya, maka saya sulit sekali untuk menghentikannya. Meskipun demikian, setelah menikah saya tidak bisa lama dalam berleha-leha. Baru tiduran beberapa menit sudah dipinta tolong untuk pasang jemuran, baru leyeh-leyeh bentar tugas maku dinding datang dan bahkan pernah baru nyampe ke rumah langsung pergi lagi karena ada yang ketinggalan, tau gak apa yang ketinggalan? Istri saya hehe (kalau yang ini bohong, cuma buat lucu-lucuan).

Rutinitas beragam

Sebenarnya rutinitas setelah menikah itu hampir sama dengan rutinitas sebelum menikah. Kenapa? Karena schedule dan pekerjaan saya juga sama. Hanya saja disela-sela rutinitas tersebut ada saja kegiatan-kegiatan yang tak terduga. Seperti silaturahmi tetangga, silaturahmi serangga atau bahkan ular juga pernah silaturahmi ke rumah saya hehe. Ini serius, kemarin waktu saya di Indomart istri nelpon katanya ada ular masuk ke rumah, saya tanya “besar enggak?”, “lumaan kira-kira 20 cm” kata istri saya. Yasudah, karena saya pikir ularnya kecil jadi saya santai saja. Ketika sampai rumah saya lihat ternya ularnya lebih dari setengah meter, sambil pura-pura gak takut saya pun minta bantuan tetangga hehe.

Dilayani

Sekarang saya udah gak pernah lagi tuh nyanyi lagu dangdut “makan, makan sendiri..” hehe. Ya gimana, setiap hari makan disiapin plus ditemenin, kalau lagi capek dipijitin, setiap mau ganti baju dipilihin dan rumah juga ada yang beresin. Jadi wajar kalau Umar RA (sahabat Rasulullah SWA) heran saya pemuda yang enggan menikah. Ojo kendor!

Ngantuk

Setelah menikah itu energi yang dikeluarkan beda, nutrinya juga harus beda, begitulah isi nasihat ibu saya. Saya yang belum mengkonsumsi nutrisi khusus merasakan betul efek dari nikah ini. Hampir setiap hari saya merasa ngantuk sekali di sekolah, bahkan ketika mengendarai motor saja saya hampir mau merem, padahal sebelumnya saya tidak pernah seperti itu. Hmm.. sepertinya memang butuh nutrisi khusus, terimakasih ibu semoga kelak Allah akan menyayangimu sebagaimana engkau menyayangiku ketika aku kecil dulu.

Demikian perbedaan kondisi saya ketika sebelum dan sesudah menikah. Semoga bisa bermanfaat dan menjadi stimulus untuk lajang-lajang Indonesia hehe.
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar

Tanri Alim. Diberdayakan oleh Blogger.