Ojek Online Resmi Diberhentikan SEMENTARA di Kota Serang, Eits.. Tahan Dulu Emosi Anda!

Masalah Ojek Online di Kota Serang yang Ditutup Sementara Oleh Pemerintah

Buka Facebook banyak yang protes gara-gara ojek online diberhentikan SEMENTARA..

Buka WA juga gak jauh beda..

Semuanya mengeluh karena kepututsan pemerintah daerah yang dianggap kurang bijak.

Tapi..

Gak semua orang menolak keputusan pemerintah daerah tersebut, contohnya para tukang ojek pangkalan.

Masihkan Anda peduli dengan mereka?

So, menilai masalah ojek online ini gak bisa hanya dengan baca berita yang bertebaran di media baik ofline maupun online.

Tapi.. kita juga harus tahu akar permasalahannya dimana supaya kita gak cuma sekedar teriak “Gelap!” ketika mati lampu, tapi kita harus menyalakan lilin untuk menyelesaikan masalah kegelapan.

Yuk kita cari akar permasalahan ojek online dari sejarahnya.

Sejarah Ojek Online


Saya tidak akan bahas tahun atau tanggalnya, tapi kira-kira berikut adalah time line kemunculan ojek online di Indonesia.

  1. Masalah fasilitas transportasi umum yang sulit diakses dan kualitas terbatas
  2. Kemajuan teknologi menginspirasi manusia untuk membuat ojek online
  3. Orang beramai-ramai menggunakan jasa ojek online karena lebih murah dan harganya pasti. Tidak seperti ojek pangkalan yang memberikan tarif tak tentu.
  4. Para Ojek pangkalan merasa rejekinya direbut, melakukan demo dan kegiatan anarkis
  5. Pemerintah berusaha menyelesaikan masalah dengan membuat peraturan baru dan menutup sementara ojek online
  6. Masyarakan yang merasa banyak terbantu dan terbiasa menggunakan ojek online melakukan protes
  7. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

So, kira-kira udah dapet belum akar masalahnya?

Menurut saya, akar masalahnya ada pada nomor pertama, yaitu fasilitas transportasi umum yang kurang memadai.

Kendaraannya tidak nyaman, mahal, tarif tidak tentu, jalan macet, jalan bolong, jalan bergelombang, dan lain-lain.

Coba kalau transportasi umum di Kota Serang (khususnya) ini nyaman dan murah. Siapa yang mau pake ojek atau taksi online?

Tapi..

Menyelesaikan masalah nomor satu itu tugasnya pemerintah, jadi kalau ingin buat fasilitas transportasi umum yang baik ya kita harus jadi pemerintahnya.

Bisa? Semoga kelak bisa, amin.

Lantas apa yang bisa kita lakukan sekarang?

Nanti dulu..

Mungkin gak ada masalah lain? Sangat mungkin!

Masalah Kedua

Coba jawab pertanyaan ini! “Kenapa ojek online harganya JAUH lebih murah dari ojek pangkalan?”

Karena pelanggannya banyak? Yakin?

Kalau Anda jeli, sering ngobrol dan sering browsing pasti Anda tahu kalau ojek online melakukan SUBSIDI.

Artinya.. tarif ojek yang seharusnya Anda bayar itu lebih besar.

Kok bisa?

Bisa! Karena mereka punya modal besar.

Terus perusahaan ojek online rugi dong?

Hmm.. logikanya gini. Kalau saya investor, punya banyak uang, ngapain saya invest perusahaan yang gak bakal ngsih untung ke saya.

Jadi, entah bagaimana caranya perusahaan ojek online itu PASTI UNTUNG, menurut perthitungan mereka.

Bocoran:
Anda tahu dompet online? Itu loh alat pembayaran ojek online dengan cara top up duluan.

Bagi yang tahu dan paham konsep riba, maka Anda tahu bahwa Go Pay sebenarnya telah menciptakan mata uang baru, meskipun mereka masih menyebutnya dengan kata rupiah.

Bukan hanya itu..

Dengan penerapan strategi SUBSIDI juga berdampak pada tidak sehatnya persaingan, mereka ingin melakukan MONOPOLI dan menghancurkan ekonomi pengojek pangkalan atau memaksa mereka untuk bergabung.

Jadi masalah keduanya adalah ojek online tidak sebaik yang kita kira. Ojek online juga menyelesaikan masalah dengan menimbulkan masalah.

Gak kaya pegadaian ya, hehe..
Terus langkah pemerintah untuk menutup SEMENTARA ojek online udah bener dong?

Hmm.. Bisa jadi bener, tapi bisa juga salah..

Kepentingan Pemerintah

Inget sob bentar lagi pilkada Serang! Hehe..

Dengan berpihak kepada Opang (Ojek Pangkalan) maka akan tercipta citra di masyarakat bahwa pemerintah melindungi rakyat kecil.

Tapi.. mereka juga gak mau kehilangan suara rakyat menengah keatas. Makannya supaya tidak mengundang banyak protes ada kata SEMENTARA dalam penutupan ojek online.

Meskipun kata sementara ini masih belum jelas sampai kapannya.

Tapi, itu hanya sebatas suudzon saya, semoga gak bener hehe..

Selain itu..

Apa untungnya ada ojek online bagi pemerintah? Pajak? Penyerapan tenga kerja? Atau yang lain?

Pemerintah sebagai penguasa daerah tentu berwenang untuk mengatur hal ini. Bisa jadi dengan penutupan SEMENTARA ini pemerintah ingin bilang “Jatah gua mana bro?” ke perusahaan ojek online.

Sekali lagi, itu hanya suudzon saya, semoga aja gak bener.

Kesimpulan

Oke, jadi sebagai masyarakat kota Serang yang baik kita harus bagaimana?

Mendukung pemerintah untuk menghentikan ojek online atau membela para pengojek online agar kita bisa menggunakan mereka?

Menurut saya tidak dua-duanya.

Ingat! Jangan cuma teriak gelap.. Tapi cobalah berusaha untuk menyalakan lilin!

Coba bikin aplikasi sederhana yang bisa digunakan Opang untuk mendapatkan penumpang. Atau..

Bikin aplikasi Ojek Serang yang bisa digunakan oleh pengojek online dan opang tanpa administrasi yang ribet.

Itulah ide saya untuk menyalakan lilin. Punya ide lain? Share di kolom komentar yah..

Terima kasih.

Komentar